Irfan Menusukan Belati Ketemennya Lantaran Burung Merpati

Irfan Menusukan Belati Ketemennya Lantaran Burung Merpati – Lantaran seekor burung merpati, Irfan Ramdani (28) alias Galib nekat menghabisi nyawa temannya Anton (30). Irfan menusukkan belati ke leher Anton.

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Peristiwa berdarah itu bermula kala rekan korban bernama Agus Firmansyah berjumpa dengan aktor pada Minggu (4/8) lalu di area Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Kala itu, Irfan menuduh Agus merampas burung merpatinya.

“Agus lantas dipukuli oleh aktor,” sebut Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Sukaryanto di Mapolsek Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (7/8/2019).

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Agus lantas berjumpa dengan korban serta bercerita peristiwa yg ia alami. Terhadap Anton, Agus ceritakan jika dia dituding merampas merpati Agus lalu dipukuli lewat cara mendadak.

Anton serta Agus lantas mendatangi Irfan buat mengakhiri persoalan. Permasalahan telah usai. Irfan serta Agus lantas sama-sama bersalaman.

“Tetapi aktor malahan pulang ke rumah serta keluar sekalian bawa belati. Lalu menyerang Anton dengan belati. Irfan menusukkan belati ke leher korban Anton,” katanya.

Darah terus keluar dari leher korban. Anton juga terus dibawa ke klinik yg lantas dirujuk ke Rumah Sakit Immanuel Bandung. Tapi, kala dibawa ke Immanuel, nyawa Anton telah tidak tertolong.

Polisi yg mendapatkan laporan langsung menguber aktor. Irfan sukses diamankan tidak dengan perlawanan. Saat ini Irfan telah ditahan di Mapolsek Babakan Ciparay.

“Diakuinya merpatinya memang hilang. Tetapi tidak tahu yg mengambil siapa. Lantas ia nuduh Agus,” sebut Sukaryanto.

Polisi menangkap Irfan dengan Klausal 338 Jo Klausal 351 ayat (3) KUHP. Ultimatum hukuman pada Irfan capai 7 tahun lebih.