Seorang Duda di Karawang dengan Bejat Perkosa Anak Kandungnya Sendiri

Seorang Duda di Karawang dengan Bejat Perkosa Anak Kandungnya Sendiri – Seseorang duda di Karawang, Jawa Barat berinisial FO (30) dengan bejat memerkosa anak kandungnya sendiri yang masih tetap berusia 12 tahun. Diluar itu, korban sering disiksa serta dilarang sekolah.

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Tingkah laku keji FO selesai bercerai dengan istrinya. FO bebas melampiaskan nafsu bejatnya karena tidak ada orang yang lain di dalam rumah mereka. “Setelah bercerai, ibunya tinggal di Majalengka. Jadi rumah itu cuma ada korban serta ayahnya,” kata seseorang tetangga, Ratmi, Rabu (27/3/2019).

Aksi bejat FO tersingkap waktu korban itu sharing pada Ratmi. Dari pengakuannya, korban sudah berkali-kali dicabuli semenjak 4 bulan kemarin.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Ratmi menjelaskan, dalam empat bulan paling akhir korban sering tampak murung serta susah. Bahkan juga berperilaku tidak lumrah. Bahkan juga hampir tiap-tiap malam tangisan korban sering terdengar oleh tetangga.

Sebelumnya korban tidak ingin selalu jelas. Akan tetapi sesudah dibawa mengobrol serta berlangsung pendarahan pada alat vitalnya, korban baru memaparkan semua.

“Korban pula mengakui seringkali dipukuli. Saya lihat sendiri luka memar di tubuhnya,” tutur Ratmi.

Diluar itu, korban sampai kini belum pernah dinafkahi wajar oleh ayahnya yang seseorang pengangguran. “Korban seringkali diminta bapaknya mungutin rokok, selalu meminta nasi ke tetangga. Tiap-tiap di tanya, tuturnya buat bapak,” tuturnya.

Keadaan itu membuat korban mesti putus sekolah pada kelas 4 SD. Walau sekolah telah gratis, FO tidak mengijinkan anaknya itu sekolah.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan pastikan FO sudah diamankan sesudah ada laporan. “Kami baru saja telah tangkap aktor,” katanya.

Sekarang ini, kata Bimantoro, penyidik masih tetap lakukan kontrol intens pada aktor. Untuk sesaat aktor masih tetap selalu berkilah serta memberi info yang beralih-alih.

Walau demikian penyidik sudah kantongi hasil visum korban. Akhirnya, diketemukan beberapa memar serta luka pada kelamin korban.

“Hasil visum jadi referensi penyidik dalam memutuskan aktor menjadi terduga,” kata Bimantoro.