Bos Mal Dan Hotel Jadi Terduga Atas Pengancaman Senjata Api

Bos Mal Dan Hotel Jadi Terduga Atas Pengancaman Senjata Api – Bos mal serta hotel, Hasan Basri, diputuskan jadi terduga atas masalah pengancaman senjata api pada pedagang di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasan Basri sekarang ditahan polisi.

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

“Masih ditahan di Mapolres Pelabuhan Makassar. Tidak ada perlakuan spesial, sama seperti tahanan yang lain,” kata Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar, pada Kamis (30/5/2019).

Dari info yang didapat, Hasan Basri didapati sering merintih alami masalah pada pernapasan serta hipertensi waktu dicheck oleh penyidik. Keadaan kesehatan Hasan Basri dimaksud alami penurunan.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Keadaan kesehatan (Hasan Basri) mulai drop, tetapi kami selalu lakukan pengamatan pada kesehatan terduga,” tutur Aris.

Hasan Basri diputuskan jadi terduga serta dijaring dengan masalah 336 ayat 1 sub 335 ayat 1 mengenai pengancaman. Aktor terancam hukuman 3 tahun penjara.

Sudah diketahui, pedagang yang ditodong pistol oleh Hasan Basri adalah Henrik (38). Diakuinya ditodong sebab protes satu pameran yang dipandang bikin rugi pedagang.

Hendrik bercerita dianya ialah salah seseorang pedagang handphone di MTC. Insiden penodongan ini berlangsung pada Minggu (26/5). Waktu itu, Hendrik bersama dengan rekan temannya sama-sama pedagang di lantai I mall MTC protes terdapatnya pameran di lantai Ground mall itu.

“Jadi 2x saya ditodong oleh Hasan Basri,” tutur Hendrik.

Sesudah penodongan senjata itu, Hendrik akui dibawa bicara oleh anak Hasan Basri bernama Hensen. Tetapi, tidak lama bicara masalah pameran dengan Hensen, Hendrik seputar jam 17.30 Wita langsung pergi ke kantor polisi memberikan laporan penodongan itu.

“Saya adukan masalah intimidasi sebab saya ketakutan ditodong pistol. Saya rasakan ada intimidasi sebab jarinya Hasan Basri telah di pelatuk waktu ancam saya,” terangnya.